Jumat, 08 Juni 2018

Refleksi Perkuliahan Etnomatematika


Etnomatematika, pertama kali mendengar kata etnomatematika, hal yang terlintas dalam pikiran adalah sesuatu yang berbau budaya dan tradisional. Etnomatematika berasal dari kata etnik dan matematika, etnik tentu artinya adalah budaya, dan matematika adalah suatu ilmu hitung, ilmu ukur, ilmu analisis. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana bisa menghubungkan suatu budaya dengan matematika, terutama budaya di Indonesia ?  Sedangkan, dalam realita budaya asli Indonesia sendiri mulai tersingkirkan oleh budaya asing, secara halus tanpa disadari.
            Ekspektasi perkuliahan yang hanya akan membahas cara menghubungkan budaya dengan matematika secara konkret dan langsung, kemudian teralihkan oleh nilai – nilai budaya yang harus ada dalam matematika. Dalam perkuliahan ini, dibuka cakrawala bahwa mengajar atau pendidikan itu tidak dapat dilepaskan dari pendidikan nilai – nilai moral yang diimplementasikan dalam suatu kebudayaan. Mengajar tidak hanya sekedar menransferkan ilmu dari guru ke siswa, akan tetapi juga menanamkan nilai – nilai moral dalam kegiatan belajar mengajar. Tentu tidaklah mudah menanamkan nilai – nilai moral kepada siswa, yang disisi lain masih dalam tahap belajar dan menerapkan nilai – nilai itu.
            Penekanan nilai – nilai religi dan moral, sangat ditekankan dalam perkuliahan ini. Terlihat ketika dalam memulai kegiatan perkuliahan dan mengakhiri kegiatan perkuliahan, selalu diiringi dengan doa memohon kepada Tuhan untuk selalu senantiasa berada dalam lindungan-Nya dan diberikan petunjuk untuk selalu berada di jalan-Nya. Jadi, dalam perkuliahan ini tidak sekedar mengkaji implementasi matematika dengan budaya yang ada di lingkungan sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar