Etnomatematika, pertama kali mendengar kata
etnomatematika, hal yang terlintas dalam pikiran adalah sesuatu yang berbau
budaya dan tradisional. Etnomatematika berasal dari kata etnik dan matematika,
etnik tentu artinya adalah budaya, dan matematika adalah suatu ilmu hitung,
ilmu ukur, ilmu analisis. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana bisa menghubungkan
suatu budaya dengan matematika, terutama budaya di Indonesia ? Sedangkan, dalam realita budaya asli
Indonesia sendiri mulai tersingkirkan oleh budaya asing, secara halus tanpa
disadari.
Ekspektasi perkuliahan
yang hanya akan membahas cara menghubungkan budaya dengan matematika secara
konkret dan langsung, kemudian teralihkan oleh nilai – nilai budaya yang harus
ada dalam matematika. Dalam perkuliahan ini, dibuka cakrawala bahwa mengajar
atau pendidikan itu tidak dapat dilepaskan dari pendidikan nilai – nilai moral
yang diimplementasikan dalam suatu kebudayaan. Mengajar tidak hanya sekedar
menransferkan ilmu dari guru ke siswa, akan tetapi juga menanamkan nilai –
nilai moral dalam kegiatan belajar mengajar. Tentu tidaklah mudah menanamkan
nilai – nilai moral kepada siswa, yang disisi lain masih dalam tahap belajar
dan menerapkan nilai – nilai itu.
Penekanan nilai – nilai
religi dan moral, sangat ditekankan dalam perkuliahan ini. Terlihat ketika
dalam memulai kegiatan perkuliahan dan mengakhiri kegiatan perkuliahan, selalu
diiringi dengan doa memohon kepada Tuhan untuk selalu senantiasa berada dalam
lindungan-Nya dan diberikan petunjuk untuk selalu berada di jalan-Nya. Jadi,
dalam perkuliahan ini tidak sekedar mengkaji implementasi matematika dengan
budaya yang ada di lingkungan sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar